Total Tayangan Halaman

Sabtu, 24 Desember 2016

Mengapa Koperasi



Koperasi mempunyai sejarah yang amat panjang di Indonesia. Menurut Bung Hatta, gerakan kebangsaan Indonesia sudah mengadopsi koperasi ini. Maklum filosofi koperasi sama dengan semangat Self Help. Saat itu, gerakan nasional percaya, Kapitalisme tidak cocok dengan alam di Indonesia. Gerakan moderat seperti Boedi Utomo ( B0 )saja menyebut kapitalisme sebagai "suatu tanaman dari negeri asing".

Para pemimpin pergerakan kemudian melirik koperasi, maklum koperasi mempunyai persamaan dengan sistim sosial asli bangsa Indonesia, yakti kolektivisme. Masyarakat gotong royong Indonesia gemar tolong menolong. Sementara koperasi juga menganut prinsip tolong menolong itu. Koperasi juga bisa mendidik toleransi dan rasa tanggung jawab bersama, dengan demikian kata Bung Hatta, koperasi bisa mendidik dan memperkuat demokrasi sebagai cita-cita bangsa.

Lebih lanjut bung Hatta mengatakan, koperasi juga akan mendidik semangat percaya pada kekuatan sendiri ( self help ). Setidaknya semangat Sel help ini dibutuhkan untuk memberantas penyakit Inferiority complex warisan Kolonialisme. Lebih penting lagi kata Bung Hatta, koperasi bisa menempa ekonomi rakyat yang lemah agar menjadi kuat. Koperasi bisa merasionalkan perekonomian, yakni dengan mempersingkat jalan produksi ke konsumen. Bagi Bung Hatta, koperasi merupakan senjata persekutuan si lemah untuk mempertahankan hidupnya.


Dua Tiang Koperasi



Seperti disebutkan diatas, tujuan koperasi bukanlah menggali keuntungan, melaikan memenuhi kebutuhan bersama. Supaya itu bisa berhasil, kata Bung Hatta, maka koperasi harus berdiri di dua tiang seperti :

  1. Solidaritas ( semangat setia bersekutu )
  2. Individualitas  ( kesadaran atas harga diri sendiri alias sadar diri )
Disini Bung Hatta membedakan Invidualitas dan Individualisme. Bagi Bung Hatta, Individualisme menuntut orang per orang ( perorangan ) bertindak mencapai keperluan hidupnya. Faham ini kata dia, tak menghendaki orang-orang diikat oleh masyarakat. Sedangkan Individualitas yang dimaksud Bung Hatta adalah sifat pada setiap orang yang menandakan kehalusan Budi dan Keteguhan Watak. Salah satu contonya adalah kejujuran.

Dua sifat ini harus melandasi Gerakan Koperasi, Kalau Koperasi tak dilandasi semangat solidaritas, maka anggauta tak akan menemukan kepentingan bersama. Jadinya, koperasi dijadikan alat untuk mencapai keperluan pribadi.

Semangat Koperasi

Pemikiran Bung Hatta



Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang per orang. Sebab itu, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan berasaskan kekeluargaan. Bangun Perusahaan yang sesuai dengan itu, Itulah Koperasi !

Tiap-tiap pemimpin yang menyibukkan dirinya ke dalam golongan rakyat telah mengetahui lebih dahulu,  bahwa hidupnya tidak akan senang bahwa ia tidak selama-lamanya akan tidur diatas kasur kapas yang enak !